Assalamu'alaikum...
bismillah
Berkreasi untuk mendapatkan perhatian Allah dan Rasulullah di Syurga kelak
Monday, June 4, 2018
Sunnah makan Kurma jumlah Ganjil
Bismillah
Kurma memang memiliki keutamaan sebagai hidangan khususnya
waktu berbuka, sesuai dengan Sabda Nabi yaitu
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya
berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada
rothb, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang
demikian beliau berbuka dengan seteguk air.” (HR. Abu Daud no. 2356
dan Ahmad 3/164. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
Selain itu manfaat kurma dalam dunia kesehatan sangatlah
banyak, seperti mengatasai konstipasi, menunjang kesehatan dan kekuatan tulang, mengatasi gangguan usus, membantu mengibati anemia, menambah berat badan, dan menjadi Energy Booster.
Sunday, April 8, 2018
Adab-Adab Mabit
![]() |
| sumber google |
Tarbiyah adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah
manusia, baik secara langsung maupun dalam bentuk tidak langsung,, untuk
memproses perubahan dalam diri manusia menjadi kondisi yang lebih baik.
Dalam pelaksanaannya, ada perangkat-perangkat yang harus
diperhatikan secara seksama guna keterlaksanaan dari tarbiyah ini berjalan
dengan optimal. Salah satunya adalah dengan bermalam atau biasa dikenal dengan
Mabit (malam bina taqwa).
Kualitas mabit pun berbeda-beda hasilnya sesuai dengan
kesiapan dari masing-masing personal, terkadang masih terlupakan halphal
fundamental agar mabit yang dilakukan menjadi penuh makna dan maksimal. Dalam
buku Wasailut Tarbiyah ‘inda Ikhwanul Muslimin, dijelaskan beberapa adab-adab
dalam mengikuti kegiatan mabit, yaitu:
1. Mengahadirkan
niat untuk mandapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memfokuskan
segala aktifitas untuk menghadap kepadaNya
2. Menghadirkan
muroqabatullah (merasa diawasi Allah)
3. Merenungkan
setiap ayat yang dibacam doa yang dipanjatkan serta yang diucapkan pada mabit
itu
4. Bersungguh-sungguh
dalam menjalankan semua aktifitas mabit serta menghadirkan mujahadah untuk
membersihkan hati, memperhatikan dan menerima taujih, tausyiah dan ilmu yang
disampaikan saat mabit
5. MenTAATi jadwal
mabit sejak dimulai/pembukaan hingga selesai
6. Tidak banyak
makan dan minum serta istirahat
7. Meninggalkan
gurau dan canda dalam rangka menjaga majelis mabit agar tetap berada dalam
suasana ruhiyah
Berikut adalah adab-adab yang harus diperhatikan dalam
kegiatan mabit, adapun menjadi perhatian adalah berupa perlengkapan pribadi (pakaian,
mandi, obat, dll) perlu disiapkan dengan baik guna nyaman saat mengikut
kegiatan sampai selesai.
Tuesday, January 30, 2018
STOP jadi PEMIMPIN kalau ga PEDULI
Kyai Haji Agus Salim memberikan nasihat kepada kita yang hendak menjadi pemimpin
bahwa “Pemimpin adalah Menderita”. Pemimpin bukanlah raja di raja yang segala lini
kehidupannya disiapkan oleh orang lain khususnya rakyat. Pemimpin adalah pelayan
masyarakat yang hadir dengan sikap peduli terhadap kondisi yang ada.
Mengawali tulisan ini akan dipaparkan hasil survey terhadap warga Jakarta di Jurnal Sosio
Humaniora tentang Konsep Pemimpin Nasional yang Baik yang dirilis Oktober 2017 lalu.
Survey ini diambil kepada 443 orang dengan berbagai latar belakang keluarga dan
pendidikan yang berbeda-beda. Berikut hasilnya.
Monday, January 29, 2018
Anak kita adalah dai masa depan
*Anak-anak kita adalah Dai Masa Depan : Ikut sertalah Mendidik Mereka*
Oleh @Muhamadhadikusumah
Wahai Sahabat Di jalan dakwah,
Kita semua sepakat bahwa tidak ada keberlangsungan dakwah melainkan ada perhatian terhadap upaya pembinaan dan kaderisasi. Dan ketahuilah pembinaan serta kaderisasi terdekat adalah terhadap *pasangan, anak-anak dan keluarga terdekat kita*. Demikian Arahan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam QS Asy-Syuara ayat 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
Wacana yang Harus terbangun adalah bahwa pembinaan atau Tarbiyah terasa berat jika diemban orang per orang atau Keluarga per Keluarga, *karena itu Allah karuniakan nikmat Berjamaah*.
Salah satu bahasan yang mendesak untuk disampaikan adalah *berjamaah dalam proses pembinaan dan pendidikan anak-anak kita.*
Oleh @Muhamadhadikusumah
Wahai Sahabat Di jalan dakwah,
Kita semua sepakat bahwa tidak ada keberlangsungan dakwah melainkan ada perhatian terhadap upaya pembinaan dan kaderisasi. Dan ketahuilah pembinaan serta kaderisasi terdekat adalah terhadap *pasangan, anak-anak dan keluarga terdekat kita*. Demikian Arahan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam QS Asy-Syuara ayat 214
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
Wacana yang Harus terbangun adalah bahwa pembinaan atau Tarbiyah terasa berat jika diemban orang per orang atau Keluarga per Keluarga, *karena itu Allah karuniakan nikmat Berjamaah*.
Salah satu bahasan yang mendesak untuk disampaikan adalah *berjamaah dalam proses pembinaan dan pendidikan anak-anak kita.*
Tuesday, January 23, 2018
Teori Durian #KeluargaQur'ani
Ketika kalian menikah, maka kalian bukanlah kalian seperti sebelum menikah yang dimana kalian harus hijrah dari kebiasaan yang mungkin dianggap baik diri sendiri tapi kurang baik dalam kehidupan pernikahan.
Bagaimana menyikapi perbedaan dalam rumah tangga, dengan contoh jika si suami sangat cinta durian sedangkan si istri sangat benci durian.
Bagaimana menyikapi perbedaan dalam rumah tangga, dengan contoh jika si suami sangat cinta durian sedangkan si istri sangat benci durian.
Maka jangan paksaan mereka untuk
meminta pasangannya memahami kecintaan atau kebencian mereka karena akan memunculkan masalah
baru. Tapi yang seharusnya adalah mereka saling memahami kondisi pasangannya. Sampai
suatu saat ketika mereka sedang jalan-jalan berdua, mereka melewati toko buah-buahan.
Kemudian si Istri bicara kepada suaminya “Pah, makan durian yuuk? Kan kamu suka
durian nanti aku yang bayarin”. Dibalas oleh suaminya “Iya sih Papah suka, tapi
kita makan mangga aja yuuk, biar kita bisa makan sama-sama”
Yaa inilah yang diharapkan hadir
dalam kehidupan rumah tangga, bukan berarti si istri harus dipaksa menyukai
durian dan si suami harus membenci durian. Tapi yang ada adalah saling menurunkan
kadar suka dan benci dalam diri masing-masing. Si Suami harus menurunkan
kecintaannya kepada durian demi istrinya nyaman bersamanya, dan si istri pun
harus menurunkan kebenciannya kepada durian demi kebahagian suaminya.
Karena sejatinya manusia
diciptakan berbeda adalah untuk saling mengenal seperti yang tertulis dalam
ayat cinta Allah .
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi
Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui lagi Maha Mengenal.
(All Hujorot ayat 13)
Wednesday, January 17, 2018
Nilai 5 dari 100 #DailyBlogFTN
![]() |
| jangan fokus ke sini |
Masih teringat saat semester 3 di
kampus, Kuis pertama dalam masa kampus di mata kuliah Fisika Dasar. Sudah pasti
dalam benak semua mahasiswa adalah mendapatkan hasil maksimal di kuis pertama
itu. Persiapan sudah dilakukan dan belajar pun lebih giat. Namun sampai
akhirnya saat dimana pengumunan nilai disampaikan. Pemberitahuan nilai ditulis
dengan menggunakan no.registrasi mahasiswa (mungkin maksudnya untuk menjaga
nama mahasiswa yang nilainya jelek). Mencari dari bagian atas sampai ke bawah,
baru terlihat no.registrasi saya paling bawah. Dan nilainya sungguh
mengagetkan. Yaa saya dapat nilai 5 dari maksimal nilai adalah 100. Membaca
hasil itu serasa ga percaya dengan semua usaha belajar ternyata hasilnya kurang
memuaskan bahkan jauh sekali dari kata puas.
Di hari itu dalam pikiran hanya ada
satu “Kayanya saya ada salah atau hutang sama orang”. Makanya setelah itu saya
banyak komunikasi dengan orang-orang sekalian menanyakan jika ada janji yang
belum terbayarkan.
Tuesday, January 16, 2018
Ayah Bercerita #KeluargaQur'ani
Karena dengan bercerita, kau dapat
mendidik anak-anakmu dengan terarah lagi akrab.
Berceritalah layaknya seorang guru
yang paling kau sukai waktu itu yang penuh semangat menyampaikan ilmu lagi
dalam maknanya
Berceritalah dengan kisah-kisah yang
dapat membuat aqidah anak mu menjadi setebal baja
Sampaikan cerita yang menjadikan hati
anakmu lembut terhadap sesama namun tegas dalam bersikap
Ceritakan kehidupan para manusia
mulia yang memiliki akhlak terpuji dan jauhi cerita yang membohongi diri
kedepannya
Sampaikan sosok manusia paling
bersahabat nan mulia diantara makhluk lainnya yaitu Baginda Rasulullah Muhammad
Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya
Sampaikan cita-cita Beliau tentang
kejayaan Islam yang masih belum dalam genggaman kaum muslimin
Ya Ceritakanlah wahai Ayah
Monday, January 8, 2018
Thursday, January 4, 2018
Parfum
Dunia ibarat parfum.
Gunakan untuk badan tapi jangan diminum, karena bisa mati.
Gunakan parfum untuk sesuatu yang mengharumkan amalan kalian yang bernilai pahala.
Sebagaimana penggunaan parfum bagi pria adalah sunnah ketika hendak bertemu dengan Allah.
Sebagaimana penggunaan parfum bagi wanita adalah sunnah ketika hendak bertemu dengan suami.
Yaaa
Dunia ibarat Parfum.
Parfum pun akan habis aroma harumnya atau habis cairannya.
Maka jangan kau jadikan Dunia sebagai capaian hidup tapi jadikan Dunia untuk memperbanyak amalan hidup demi akhirat yang kekal.
Allah SWT berfirman:
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْأَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)
Gunakan untuk badan tapi jangan diminum, karena bisa mati.
Gunakan parfum untuk sesuatu yang mengharumkan amalan kalian yang bernilai pahala.
Sebagaimana penggunaan parfum bagi pria adalah sunnah ketika hendak bertemu dengan Allah.
Sebagaimana penggunaan parfum bagi wanita adalah sunnah ketika hendak bertemu dengan suami.
Yaaa
Dunia ibarat Parfum.
Parfum pun akan habis aroma harumnya atau habis cairannya.
Maka jangan kau jadikan Dunia sebagai capaian hidup tapi jadikan Dunia untuk memperbanyak amalan hidup demi akhirat yang kekal.
Allah SWT berfirman:
وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْأَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
"Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 32)
Wednesday, January 3, 2018
FITRAH SEKSUALITAS (By: Elly Risman Musa)
![]() |
| sumber : facebook |
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang "sangat
tergantung" pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau
menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa
anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada
sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar
fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan
pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana
seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati
atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada
kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang
tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam,
perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan
terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai
kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas
seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Tuesday, January 2, 2018
S1 BEM sebelum S1 Fisika #DailyBlogFTN
| Pasukan Biru Fisika |
Dalam sebuah
pelatihan mahasiswa atau pun yang lainnya, sering diberikan pertanyaan tentang “Bagaimana
memanajemen waktu kita selama di kampus? Karena disatu sisi kita ingin kuliah
tapi juga ingin mengembangkan potensi dan jaringan di organisasi”.
Saya lulus
kuliah setelah berjibaku sekama 5 tahun di kampus. Mungkin ini terlihat telat 1
tahun normalnya hanya butuh 4 tahun. Aktifitas saya di kampus terbilang lumayan
padat, banyak yang mengatakan SKS di luar kelas lebih banyak dari SKS yang
diambil untuk kuliah di kelas. Sangat sering terlihat luar kelas dari pada di
dalam kelas untuk kuliah. Bahkan dalam tahun saya mengerjakan Proposal Novel
Akademik (baca : skripsi) ada teman yang heran “lo kapan ngerjain skripsinya
Jar?” Wajar saja teman saya berkata demikian karena di masa tahun ke lima di
kampus saya aktif di organisasi tingkat universitas. Bahkan pernah di hari ahad
bertemu dengan pembimbing skripsi dan ditanyakan “kamu masih mau lanjut
skripsinya ga Jar?”. Disitulah saya senyum penuh makna. *haha
Wednesday, December 27, 2017
KETELADANAN kunci Dakwah Keluarga #DailyBlogFTN
![]() |
| home sweet home |
Banyak pertanyaan ketika mengisi kajian tentang dakwah kepada
keluarga? Kebanyakan yang bertanya adalah aktifis dakwah kampus yang notabennya
sedang mengemban amanah kampus. Pertanyaan yang sering disampaikan ini menjadi
salah satu indikasi bahwa ada masalah tentang hal ini, padahal baiknya seorang
aktifis dakwah dapat seimbang dalam mengajak seluruh orang termasuk keluarga.
Mengenai berdakwah dengan keluarga, maka saya jawab dengan
membuka realita yang terjadi di lapangan.
Perlu menjadi perhatian bahwa dakwah kepada keluarga berbeda
dengan dakwah kepada masyarakat atau kampus. Keluarga memiliki karakteristik
tersendiri, keluarga memiliki ma’rifatul medan yang berbeda dengan
masyarakat atau kampus.
Kebanyakan dari kita adalah baik saat menjadi aktifis dakwah
kampus tapi belum baik saat menjadi aktifis dakwah keluarga. Bolehlah kita di luar
sana menjadi pimpinan perusahaan, ketua lembaga dakwah, atau pimpinan majelis
ta’lim. Tapi saat di rumah ingatlah bahwa kita juga bagian terpenting dari
mereka. Ingatlah bahwa kita adalah anak dari bapak dan ibu, adik dari seorang
kakak, kakak dari seorang adik, atau ayah dari seorang istri dan anak. Kondisi
ini sangat berbeda dan menuntut kita untuk bisa semaksimal mungkin di kondisi
tertentu. Janganlah kita hebat diamanah luar namun tidak hebat ketika diamanah
keluarga.
Detik-Detik Wafatnya Khodijah Istri Tercinta Rasulullah
![]() |
| Sumber poto : google |
Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.
PERMINTAAN TERAKHIR
Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,
Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.
Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah
Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,
Thursday, December 21, 2017
Institut Peradaban untuk Persatuan Umat Islam (workshop kurikulum)
| Peserta Workshop Kurikulum kePUIan |
Kegiatan yang
diselanggarakan di Hotel Narapati Indah ini pun dihadiri oleh dari berbagai
elemen ormas PUI. Mulai dari jajaran petinggi PUI sampai ranting PUI daerah. Hadir
pula Ketua Depan Pertimbangan Pusat, H. Nurhasan Zaidi dan Ketua Dewan Pengurus
Pusat KH. Nazar Haris, MBA. Kemudian tak lupa diundang sekolah PUI dari
beberapa wilayah seperti Majalengka, Sukabumi, Bogor, Jakarta, Ciamis, dan
Cirebon, Tasikmalaya, dan wilayah lainnya.
Dalam suasana
yang serius tapi santai, kegiatan workshop ini dimulai pada hari Senin (13/11)
pagi dengan sama-sama melisankan kembali Intisab PUI. Hal ini menjadikan
landasan alur kegiatan yang terus terintegrasi dengan nilai-nilai Intisab.
Kemudian dilanjutkan oleh sambutan oleh DR. Jaja Jahari, M.Pd.I sekaligus
memberikan gambaran kepada seluruh peserta yang hadir terkait tujuan kegiatan
workshop.
Wednesday, December 20, 2017
Zaman Ini Tidak ada Jihad, Yang ada Fitnah?! (oleh: Ust Farid Nu'man)
![]() |
| Sumber poto : google |
Sebagaimana hadits:
وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Dan senantiasa ada sekelompok dari kaum Muslimin yang berperang di atas kebenaran dan selalu menang atas orang yang memusuhinya sampai hari Kiamat." (HR. Muslim no. 1037)
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا
"Tidak ada lagi hijrah setelah kemenangan (Makkah) akan tetapi yang tetap ada adalah jihad dan niat. Maka jika kalian diperintahkan berangkat berjihad, berangkatlah". (HR. Bukhari no. 2825)
Maka, ini menjadi koreksi siapa pun yg mengaggap jihad sdh tidak ada, yg ada adalah fitnah. Analisa buruk tersebut berangkat dari su'uzh Zhan kpd para Mujahidin.
Apa yang terjadi di Palestina, membebaskan Al Aqsha dari penjajahan Yahudi adalah jihad. Apa yang terjadi di Afghanistan mengusir pendudukan Amerika Serikat di negeri muslim adalah jihad. Jika ada yg mengatakan ini bukan jihad, maka .. entah buat kepentingan siapa mereka berkata seperti itu?
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata tentang jihad di Palestina (saya kutip sebagian):
Tuesday, December 19, 2017
Berkah #DailyBlogFTN
![]() |
| Sumber poto : Google |
Para guru saat dipesantren dahulu selalu menasehati kita
dengan focus utama adalah BERKAH.
Buat apa toh kita hidup kalau tidak dilingkupi oleh berkah.
Ibarat lomba lari estafet, tapi pelari tidak membawa tongkat
untuk diestafetkan. Maka yang terjadi adalah tidak diterimakanya kemenangan mereka
walau sudah sampai garis finish duluan.
Ibarat permainan sepak bola yang mencetak gol dengan cara
membawa bola dengan tangan yang nantinya akan dianulir oleh wasit.
Ya begitu pula hidup
Letih dan lelahnya kita dalam beraktifitas tidak boleh
terlepas dari BERKAH.
Semua aspek kehidupan harus terlingkupi BERKAH
Kerja harus BERKAH, kuliah mencari berkah, mengajar mencari
Berkah, jadi ketua lembaga mencari berkah, menjadi pengurus harus mencari
berkah, menikah harus mencari berkah, suami harus berkah, istri harus mencari
berkah, minum, makan, olahraga, menulis bahkan tidur pun harus berkah.
Kemudian bagaimana berkah itu hadir dalam setiap momen
kehidupan
Maka hadirkanlah Allah dalam aktifitasnya. Awali dengan
Bismillah akhiri dengan Alhamdulillah.
Allah memberikan perintah dan larangan, maka perjuangkan itu
sebagai nilai berkah kehidupan.
Taat kepada Allah kemudian Rasul-Nya, dan mungkin aka nada perintah
Allah kepada hamba-Nya untuk bagaimana mentaati-Ku adalah dengan cara mentaati
makhluk-Ku.
Karena memaknai Islam sebagai agama adalah bersiap diri terhadap
intervensi Allah dalam segala lini kehidupan kita.
Ya semua itu adalah untuk BERKAH
“Katakanlah, jika kamu mencintai-Ku, maka ikutilah Nabi
Muhammad Shallahu ‘alaihi wassalam” (ali imron : 31)
Billah, Fillah, Lillah
Monday, December 4, 2017
Menanam Semangat, Menebar Ide Demi Berpanen Iman.
Ini adalah hari-hari dimana petani Ide harus lebih giat ke ladang. Menyemai benih, menanam semangat, menebar ide untuk akhirnya Berpanen Iman.
Adakah yang pernah membahas harga Iman? Semahal apakah Ia hingga kisah-kisah sejarah kepahlawanan dalam Islam dengan gagah dan gigih memperjuangkan sesuatu yang tersebut iman.
Nabi Ibrahim As harus berujung pada tungku pembakaran demi mempertahankan Iman. Tak terlepas juga Ismail As putranya yang hampir saja lehernya Putus untuk pembuktian suatu Hal yang tersebut Iman.
Baginda Rasulullah Muhammad Saw sampai mengucur dan mengalir darah mulianya ketika dihardik Bani Thaif.
Rasanya laman ini sangat terbatas untuk mengurai satu persatu kisah perjuangan dalam pembuktian dan perjuangan Iman.
Tersebut dalam QS Ali Imran ayat 91 suatu pendekatan untuk mengetahui harga Iman
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
Ayat ini dapat membantu kita memahami nilai konversi Iman dengan alat tukar Emas Sepenuh Bumi. Karena dengan Lugas Allah katakan Mereka yang mati dalam kondisi Kafir tidak bisa menebus bahkan dengan Emas Sepenuh Bumi agar mereka terhindar dari Azab Allah.
Ayah, Bunda dan Pembina Tarbiyah Anak, mari bergegas menyiapkan bahan-bahan pelajaran harian untuk anak-anak kita.
Bersemangat dalam setiap perjumpaan dengan mereka. Siapkan hadiah terbaik untuk setiap keberhasilannya.
Jangan lelah menanam semangat Keimanan dalam hati dan pikirannya.
Jika Sebesar itu Harga Iman yang akan kita Panen, Rasanya lelah hati dalam mendampingi mereka akan sirna manakala benih-benih keimanan mulai bersemi dalam pikiran, hati dan perbuatannya.
Akhukum Fillah
@muhamadhadikusumah
#kidsZamanNowDaiMasaDepan
#SquadArRasyad
Adakah yang pernah membahas harga Iman? Semahal apakah Ia hingga kisah-kisah sejarah kepahlawanan dalam Islam dengan gagah dan gigih memperjuangkan sesuatu yang tersebut iman.
Nabi Ibrahim As harus berujung pada tungku pembakaran demi mempertahankan Iman. Tak terlepas juga Ismail As putranya yang hampir saja lehernya Putus untuk pembuktian suatu Hal yang tersebut Iman.
Baginda Rasulullah Muhammad Saw sampai mengucur dan mengalir darah mulianya ketika dihardik Bani Thaif.
Rasanya laman ini sangat terbatas untuk mengurai satu persatu kisah perjuangan dalam pembuktian dan perjuangan Iman.
Tersebut dalam QS Ali Imran ayat 91 suatu pendekatan untuk mengetahui harga Iman
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
Ayat ini dapat membantu kita memahami nilai konversi Iman dengan alat tukar Emas Sepenuh Bumi. Karena dengan Lugas Allah katakan Mereka yang mati dalam kondisi Kafir tidak bisa menebus bahkan dengan Emas Sepenuh Bumi agar mereka terhindar dari Azab Allah.
Ayah, Bunda dan Pembina Tarbiyah Anak, mari bergegas menyiapkan bahan-bahan pelajaran harian untuk anak-anak kita.
Bersemangat dalam setiap perjumpaan dengan mereka. Siapkan hadiah terbaik untuk setiap keberhasilannya.
Jangan lelah menanam semangat Keimanan dalam hati dan pikirannya.
Jika Sebesar itu Harga Iman yang akan kita Panen, Rasanya lelah hati dalam mendampingi mereka akan sirna manakala benih-benih keimanan mulai bersemi dalam pikiran, hati dan perbuatannya.
Akhukum Fillah
@muhamadhadikusumah
#kidsZamanNowDaiMasaDepan
#SquadArRasyad
Tuesday, November 28, 2017
Berlapis-lapis Makna Cita #DailyBlogFTN
Inilah sejumput kisah inspiratif tim Beasiswa PKPU. Menelisik daerah demi daerah untuk mencari benih mujahid atau pun mujahidah bersenjatakan pena ilmu. Dan setiap awal pasti ada akhir, maka inilah tahap terakhir kami bertemu dengan mereka sebelum takdir Allah menngambarkan kita kedepannya. Subang menjadi tempat bersejarah nan elok untuk diingat. Laiknya lagu Kisah Klasik Untuk Masa Depan milik Sehila on 7, kisah penyaluran ini pun manis untuk dikenang setiap saatnya.
Matahari telah berevolusi banyaknya dan sampailah pada awal Agustus 2016 ini, Senin malam itu (1 Agustus 2016) kami memulai kisah itu, dimulai dari menyiapkan segala berkas administrasi sampai persiapan paket pendidikan yang harus kita ambil pada jam 02.00 dini hari di kantor.
Mobil kami tak ada hentinya dalam bergerak, sesekali saja kami harus sejenak karena ada batasan fisik yang tak bisa kita lewati. Setelah kami beribadah khusyu kepada Allah di waktu shubuh. Kami melanjutkan perjalanan menuju satu wilayah bernama Pabuaran, Subang. Setiap lampu merah menjadi saksi kami dalam mengamban tugas asik ini.
Monday, November 27, 2017
KIDZ Zaman Now by M. Hadi Kusumah
Berdamai dengan KIDS Zaman Now 👋
@muhamadhadikusumah
Para sosiolog membagi manusia menjadi sejumlah generasi diantaranya : Generasi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y atau milenial dan Generasi Z.
Dewasa ini Generasi milenial dan Z terus diteliti, namun referensi yang beredar didominasi kajian tentang preferensi politik, ekonomi dan gaya hidup Generasi Y dan Z tersebut, pun pada akhirnya akan menjadi konsumsi perusahaan Besar terkait pola pemasaran yang tepat kepada mereka.
Dalam laman tirto.id Hellen Katherina Dari Nielsen Indonesia mengatakan, "Generasi Z adalah masa depan" , maksudnya masa depan pasar dunia 😀.
Generasi Z dikenal sebagai generasi yang lebih tidak fokus dari milenial, tapi serba bisa, lebih individual, lebih global, berpikiran terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan dan ramah teknologi demikian paparan tirto.id pada tema Selamat tinggal generasi milenial dan selamat datang generasi Z.
Ayah & bunda serta pembina Anak, menyadari kondisi tersebut tentu pegiat Pembinaan Anak mesti melakukan adjustment yaitu suatu penyesuaian delivery content. Sekali lagi saya katakan penyesuaian delivery content.
Jangan kaget jika anak-anak cenderung tidak bergairah dalam ruang Pembelajaran jika kita masih pakai metode lama atau pendekatan generasi terdahulu.
Setidaknya beberapa hal yang dapat menjadi rekomendasi:
1) mulailah membangun kesadaran Digital Literatur. Upaya untuk mendapatkan informasi yang sedang berkembang di dunia Maya mengingat menurut penelitian anak-anak Generasi Z mengakses informasi sebesar-besarnya dari dunia Maya.
2) lakukanlah kegiatan bersama yang melibatkan sarana dan prasarana media sosial di dalamnya. penelitian menjelaskan bahwa anak-anak lebih cenderung nonton via YouTube ketimbang bioskop maupun TV. Bayangkan jika Kegiatan bersama anak-anak dapat diunggah ke YouTube dan jadi tontonan mereka sendiri atau teman-teman mereka.
3) Zaman boleh berubah namun konten Tarbiyah Islamiyyah adalah Ruh kehidupan anak-anak. Sangat mudah dan besar peluangnya menjalankan seluruh wasail Tarbawi (sarana Pembinaan) yang ramah teknologi dan membangkitkan gairah anak dalam pembelajaran.
#SquadArRasyad
#kidsZamanNowDaiMasaDepan
@muhamadhadikusumah
Para sosiolog membagi manusia menjadi sejumlah generasi diantaranya : Generasi Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y atau milenial dan Generasi Z.
Dewasa ini Generasi milenial dan Z terus diteliti, namun referensi yang beredar didominasi kajian tentang preferensi politik, ekonomi dan gaya hidup Generasi Y dan Z tersebut, pun pada akhirnya akan menjadi konsumsi perusahaan Besar terkait pola pemasaran yang tepat kepada mereka.
Dalam laman tirto.id Hellen Katherina Dari Nielsen Indonesia mengatakan, "Generasi Z adalah masa depan" , maksudnya masa depan pasar dunia 😀.
Generasi Z dikenal sebagai generasi yang lebih tidak fokus dari milenial, tapi serba bisa, lebih individual, lebih global, berpikiran terbuka, lebih cepat terjun ke dunia kerja, lebih wirausahawan dan ramah teknologi demikian paparan tirto.id pada tema Selamat tinggal generasi milenial dan selamat datang generasi Z.
Ayah & bunda serta pembina Anak, menyadari kondisi tersebut tentu pegiat Pembinaan Anak mesti melakukan adjustment yaitu suatu penyesuaian delivery content. Sekali lagi saya katakan penyesuaian delivery content.
Jangan kaget jika anak-anak cenderung tidak bergairah dalam ruang Pembelajaran jika kita masih pakai metode lama atau pendekatan generasi terdahulu.
Setidaknya beberapa hal yang dapat menjadi rekomendasi:
1) mulailah membangun kesadaran Digital Literatur. Upaya untuk mendapatkan informasi yang sedang berkembang di dunia Maya mengingat menurut penelitian anak-anak Generasi Z mengakses informasi sebesar-besarnya dari dunia Maya.
2) lakukanlah kegiatan bersama yang melibatkan sarana dan prasarana media sosial di dalamnya. penelitian menjelaskan bahwa anak-anak lebih cenderung nonton via YouTube ketimbang bioskop maupun TV. Bayangkan jika Kegiatan bersama anak-anak dapat diunggah ke YouTube dan jadi tontonan mereka sendiri atau teman-teman mereka.
3) Zaman boleh berubah namun konten Tarbiyah Islamiyyah adalah Ruh kehidupan anak-anak. Sangat mudah dan besar peluangnya menjalankan seluruh wasail Tarbawi (sarana Pembinaan) yang ramah teknologi dan membangkitkan gairah anak dalam pembelajaran.
#SquadArRasyad
#kidsZamanNowDaiMasaDepan
Subscribe to:
Posts (Atom)













