Sunday, October 13, 2013

Kemana arah pergerakan mahasiswa sekarang?

oleh : Insan Robbani (mahasiswa UNJ)

Pergerakan mahasiswa sejatinya akan selalu menjadi sebuah kontrol sosial yang tak akan pernah mati walaupun bangsa Indonesia telah mencapai puncak kejayaan. Kita sebagai mahasiswa yang seyogjanya adalah sebagai garda terdepan untuk membela rakyat yang sedang terpengaruh oleh sistem yang tidak berpihak terhadap rakyat jelata. Pada saat bangsa ini sedang di landa oleh sistem-sistem yang ngaco dalam setiap kebijakannya, maka kita sebagai mahasiswa seharusnya mengingatkan para penguasa yang sudah melewati tracknya dalam mengambil kebijakan.

Ada apa dengan mahasiswa sekarang? Apakah ini merupakan cerminan mahasiswa bangsa kita sekarang,dimana begitu banyak mahasiswa yang menjadi kaum apatis, yang hanya berpikir seperti kupu-kupu mati (kuliah pulang kuliah pulang makan tidur, mengutip sebuah pernyataan teman ketika diskusi) dan

Sunday, September 22, 2013

Dunia Paralel bagian 1

Bagaimana rasanya jika kita ada yang namanya Hari Kebalikan. Dimana semua yang terjadi di dunia ini serba terbaik.

Silahkan dinikmati ...




Dunia Paralel bagian 2

Silahkan dilanjutkan ...






Tuesday, September 10, 2013

Catatan Hati (kisah Hati teriak BBM)

"kelemahan Bani Adam ketika mempercayai apa yang ada di tangannya jauh lebih besar dari pada kuasa Tuhan"
Terkadang kita lupa untuk memberikan zona khusus kepada tangan-tangan Tuhan untuk masuk ke dalam kegiatan yang kita lakukan.
Tulislah keinginanmu dengan pensil. Dan biarkan Tuhan yang memegang penghapusnya.
#retorikaHati

========================================================================
Kebijakan yang dibuat dengan dasar khianat, realisasinya akan dipersulit oleh alam. 

m.tempo.co/read/news/2013/06/27/173491751/Tak-Tepat-Sasaran-Pembagian-BLSM-Diminta-Ditunda

Mutiara Terpendam di Ufuk Pedongkelan


Ufuk Pedongkelan

Walaupun terasingkan dari komplek-komplek mewah di pinggiran Ibu Kota Jakarta, tak menyurutkan keelokan yang ada di sebuah daerah sederhana penuh kegembiraan. Daerah yang diisi oleh manusia-manusia sosial dari beragam suku dan budaya kini bersatu padu membentuk harmonisasi kekeluargaan di tengah Ibu Kota Jakarta yang mulai kehilangan ciri khasnya. Canda tawa anak-anak masih lebih terdengar dari pada bunyi keypad atau pun iphone yang hari ini telah mengisi ruang waktu sebagian anak bangsa.