Apa
falsafah pembangunan Bacharuddin Jusuf Habibie ( BJH ) ? Banyak orang
memberikan jawaban singkat : teknologi, atau singkatnya teknologi tinggi,
pesawat terbang, kapal laut, dan lain-lain. Semua itu tidak tepat. Jawabannya
hanya sederhana : “ Meningkatkan nilai tambah (added value) melalui teknologi secara luas. “Nilai tambah” inilah
yang selalu diulang-ulang dalam setiap ucapan BJH ketika awal kembali ke
Indonesia. Akibatnya banyak orang ikut mempopulerkan kata “nilai tambah” dalam
pengertian kurang tepat. Seolah-olah kata bilai tambah sama dengan arti
harfiah, nilai lebih pada sebuah benda atau apa saja.
Nilai
tambah bagi BJH adalah suatu yang harus menjadi falsafah pembangunan. Oleh
karena itu, teknologi dalam arti engineering, teknologi matematika, teknologi
ekonomi, atau teknologi mamanjemen semuanya dibutuhkan untuk menyukseskan
proses nilai tambah (added value process)
“Untuk
mendapatkan nilai tambah itu, kita memerlukan teknologi. Di sini yang berfungsi
adalah manusia. Untuk membuat manusia mendapatkan dan menguasai teknologi,
tidak hanya dalam proses
